Sabtu, 22 Oktober 2016

Menilai Kondisi Ekonomi



-BAB 3-

Menilai Kondisi Ekonomi

*                Dampak dari Inflasi
Inflasi adalah kenaikan dalm tingkat harga barang dan jasa secara umum selama periode waktu tertentu.
Inflasi ini dapat mempengaruhi beban operasi suatu perusahaan untuk menghasilkan produk dengan meningkatkan harga dari perlengkapan dan bahan baku.

1.    Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kinerja Bisnis
Pertumbuhan ekonomi (economic growth) mencerminkan perubahan dalam tingkat aktivitas ekonomi secara umum. Pertumbuhan ekonomi memengaruhi kinerja suatu perusahaan karena pertumbuhan ekonomi dapat memengaruhi tingkat penghasilan pelanggan dan oleh karena itu memengaruhi permintaan akan produk-produk suatu perusahaan. Ketika perekonomian kuat, permintaan akan produk suatu perusahaan juga kuat, dan labanya menjadi relatif lebih tinggi. Ketika perekonomia lemah, permintaan akan produk suatu perusahaan juga lemah, dan labanya relatif rendah.
Bisni cenderung melakukan pengurangan karyawan ketika kondisi ekonomi tidak lagi membutuhkan seluruh karyawannya ketika permintaan akan produk atau jasanya berkurang. 
Indikator alternatif dari pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pengangguran. Bisnis dapat memantau berbagai indikator pengangguran karena bisnis dapat mengindikasikan apakah kondisi perekonomian membaik.



Ada empat jenis pengangguran yaitu : 
1.    Pengangguran friksional disebut juga pengangguran alamiah. Mencerminkan orang-orang yang sedang berganti pekerjaan. Yaitu orang-orang yang status penganggurannya bersifat temporer, karena kemungkinan besar dalam waktu singkat mereka akan memperoleh pekerjaan. Misalnya, seseorang dengan keahlian kerja yang banyak dicari dapat berhenti dari pekerjaannya sebelum menemukan pekerjaan baru dalam waktu singkat.
2.    Pengangguran musiman mencerminkan orang-orang yang tidak dibuutuhkan selama musim tertentu. Misalnya saja instruktur ski mungkin saja menganggur selama musim panas.
3.    Pengangguran siklus mencerminkan orang-orang yang menganggur karena kondisi perekonomian yang buruk. Ketika tingkat aktivitas ekonomi menurun, permintaan akan barang da jasa juga menurun, sehingga menurunkan kebutuhan akan pekerja. Misalnya saja suatu perusahaaan dapat memberhentikan para pekerja pabrik jika permintaan akan produknya menurun.
4.    Pengangguran struktural mencerminkan orang-orang yang menganggur karena mereka tidak memiliki keahlian yang memadai. Misalnya saja, orang-orang dengan tingkat pendidikan yang terbatas dapat menjadi pengangguran struktural.

2.    Dampak dari Inflasi
Inflasi adalah kenaikan dalam tingkat harga barang dan jasa secara umum selama periode waktu tertentu. Inflasi memengaruhi kinerja perusahaan karena inflasi dapat memengaruhi pendapatan dan beban suatu perusahaan. Ketika inflasi tinggi, perusahaan mengeluarkan lebih banyak biaya untuk produksi. Jika perusahaan meneruskan kenaikan biaya ini kepada pelanggan dengan cara menaikkan harga, maka pelanggan dapat mengurangi permintaan mereka akan produk-produk perusahaan, dan pendapatan (serta laba) akan menurun. Jika perusahaan tidak meneruskan kenaikan biaya tersebut, maka pendapatan perusahaan bisa saja tidak terpengaruh. Tetapi, karena bebannya menjadi lebih tinggi maka laba perusahaan akan menurun.
Tingkat inflasi dapat diestimasikan dengan mengukur persentase perubahan dalam indeks harga konsumen, yang mengindikasikan harga dari sejumlah besar produk konsumen seperti produk kebutuhan sehari hari, perumahan, bahan bakar, layanan kesehatan, dan listrik. 
Inflasi dapat mempengaruhi beban operasi suatu perusahaan untuk menghasilkan produk dengan meningkatkan produk dengan meningkatkan harga dari perlengkapan dan bahan baku. Upah juga dapat dipengaruhi oleh inflasi. Tingkat inflasi yang lebih tinggi akan menyebabkan peningkatan yang lebih besar lagi dalam beban operasi suatu perusahaan. Pendapatan suatu perusahaan juga tinggi selama periode inflasi tinggi karena banyak perusahaan mengenakan harga yang lebih tinggi guna mengompensasikan beban yang lebih tinggi. 
·         Jenis inflasi yang didorong oleh biaya
Inflasi dapat diakibatkan dari kejadian tertentu yang menaikan biaya produksi. Ketika harga alumunium menigkat,misalnya perusahaan seperti PepsiCo dan COCA-COLA mengeluarkan biaya yang lebih besar dan mungkin menaikan harga dari minuman ringan yang dihasilkan. Jika biaya baja meningkat, perusahaan seperti General Motors dan Ford Motor Company yang menggunakan baja untuk menghasilkan mobil dapat menaikan harga dari mobil yang dihasilkannya. Ketika perusahaan mengenakan harga yang lebih tinggi karena kenaikan biaya, terjadi inflasi yang didorong oleh biaya. Untuk mengilustrasikan dampak potensial dari inflasi yang didorong oleh biaya ini, pertimbangkan bagaimana semua produsen harus mengantarkan produk mereka ke took-toko di seluruh negeri. Biaya transportasi mencakup biaya bahan bakar. Ketika harga minyak naik, biaya produksi bahan bakar juga naik. Pemasok bahan bakar cenderung untuk meneruskan biaya yang tinggi tersebut dengan menaikkan harga bahan bakar. Konsekuensinya, produsen produk mengeluarkan biaya yang lebih tinggi untuk mengantarkan produknya. Jika produsen tidak menaikkan harga produknya untuk mencerminkan biaya

3.    Dampak dari Tingkat Bunga
Tingkat bunga memengaruhi kinerja suatu perusahaan karena tingkat bunga dapat memengaruhi pendapatan atau beban suatu perusahaan. Ketika tingkat bunga naik, biaya pinjaman perusahaan meningkat. Oleh karena itu, beban perusahaan meningkat, dan labanya bisa turun. Selain itu, tingkat bunga yang tinggi dapat mencegah pelanggan untuk membeli produk tertentu (seperti mobil atau rumah baru) yang biasanya mereka beli dengan kredit, karena pembayaran cicilan pinjamannya akan terlalu tinggi. Perusahaan yang menawarkan produk-produk ini mengalami penurunan dalam permintaan dan oleh karena itu pendapatan juga akan mengalami penurunan ketika tingkat bunga tinggi.
Perubahan dalam tingkat suku bunga di pasar dapat mempengaruhi pengeluaran biaya bunga perusahaan karena bunga pinjaman yang diminta oleh bank komersial atau oleh kreditor lain untuk perusahaan adalah berdasarkan tingkat suku bunga di pasar.
Karena tingkat suku mempengaruhi biaya pendapatan beberapa proyek yang dipandang layak dalam periode suku bunga rendah, mungkin akan tidak layak dalam periode suku bunga tinggi. Maksudnya, proyek mungkin tidak akan cukup mengembalikan biaya pendanaanya. Sebagai konsekuensi perusahaan cenderung mengurangi tingkat ekspansi apabila suku bunga tinggi.
·         Dampak Tingkat Suku Bunga Pada Nilai Perusahaan
Pada tingkat suku bunga rendah konsumen membeli produk dengan menggunakan dana pinjaman dengan biaya bunga rendah, sehingga permintaan untuk produk tersebut sangat kuat yang menimbulkan kinerja dan nilai perusahaan meningkat  secara subtansial (diukur dengan harga saham)

4.    Menentukan Harga Pasar
Harga pasar ditentukan oleh kondisi permintaan dan penawaran. Permintaan akan suatu produk dipengaruhi oleh penghasilan dan preferensi pelanggan. Penghasilan pelanggan yang lebih tinggi pada umumnya mengakibatkan permintaan yang lebih tinggi akan produk-produk perusahaan. Perusahaan akan memasok produk ke pasar hanya jika harga pasar cukup tinggi sehingga lebih dari sekedar menutup beban. Interaksi antara permintaan dan penawaran menentukan harga, :
·         Skedul permintaan untuk suatu produk
Suatu skedul yang mengindikasikan kuantitas dari produk yang akan diminta pada setiap harga yang mungkin.
·         Skedul penawaran untuk suatu produk
Skedul yang mengindikasikan kuantitas suatu produk yang ditawarkan oleh perusahaan pada setiap harga yang mungkin.
·         Hubungan antara permintaan dengan penawaran 
Hubungan antara skedul permintaan dengan skedul penawaran menetukan harga. Misalkan harga yang relatif tinggi (seperti 3.000) kuantitas yang ditawarkan melampaui kuantitas yang diminta oleh pelanggan, sehingga menimbulkan surplus. surplus adalah situasi di mana kuantitas yang ditawarkan oleh perusahaan melampaui kuantitas yang diminta oleh pelanggan.Kelangkaan situasi adalah di mana kuantitas yang ditawarkan oleh perusahaan lebih sedikit dibandingkan dengan kuantitas yang diminta oleh pelanggan.Harga keseimbangan adalah harga di mana kuantitas produk yang ditawarkan oleh perusahaan setara dengan kuantitas produk yang diminta oleh pelanggan. 

·         Faktor-faktor yang Memengaruhi Harga Pasar
1.    Penghasilan Pelanggan, ketika kondisi perekonomian kuat, tingkat penghasilan tinggi, maka permintaan pelanggan akan rumah baru meningkat
2.    Preferensi Pelanggan, ketika selera (preferensi) pelanggan untuk produk tertentu berubah, maka kuantitas permintaan akan produk oleh pelanggan akan berubah
3.    Beban Produksi, ketika perusahaan mengeluarkan beban yang lebih rendah, maka perusahaan mau memproduksi lebih banyaj pada harga berapa pun.

5.    Pengaruh Pemerintah Terhadap Kondisi Ekonomi
Pemerintah federal memengaruhi kondisi ekonomi makro dengan memberlakukan kebijakan moneter atau fisikal. Kebijakan moneter perusahaan memengaruhi jumlah dana yang tersedia di bank-bank komersial dan lembaga keungan lainnya, dan oleh karena itu juga memengaruhi tingkat bunga. Kebijakan fisikalnya memengaruhi pajak yang dikenakan pada pelanggan, sehingga dapat memengaruhi jumlah pengeluaran pelanggan dan oleh karena itu memengaruhi kinerja perusahaan. Ketika fisikal juga digunakan untuk mengenakan pajak atas laba perusahaan.
Penawaran uang tabungan (rekening giro) mata uang yang beredar di masyarakat, dan traveler's checks.
Kebijakan fisikal yaitu keputusan mengenai bagaimana pemerintah federal sebaiknya menetapkan tarif pajal dan membelanjakan uang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pink Strawberry