Menilai Kondisi Ekonomi
Inflasi adalah
kenaikan dalm tingkat harga barang dan jasa secara umum selama periode waktu
tertentu.
Inflasi
ini dapat mempengaruhi beban operasi suatu perusahaan untuk menghasilkan produk
dengan meningkatkan harga dari perlengkapan dan bahan baku.
1. Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap
Kinerja Bisnis
Pertumbuhan
ekonomi (economic growth) mencerminkan perubahan dalam tingkat aktivitas
ekonomi secara umum. Pertumbuhan ekonomi memengaruhi kinerja suatu perusahaan
karena pertumbuhan ekonomi dapat memengaruhi tingkat penghasilan pelanggan dan
oleh karena itu memengaruhi permintaan akan produk-produk suatu perusahaan. Ketika
perekonomian kuat, permintaan akan produk suatu perusahaan juga kuat, dan
labanya menjadi relatif lebih tinggi. Ketika perekonomia lemah, permintaan akan
produk suatu perusahaan juga lemah, dan labanya relatif rendah.
Bisni
cenderung melakukan pengurangan karyawan ketika kondisi ekonomi tidak lagi
membutuhkan seluruh karyawannya ketika permintaan akan produk atau jasanya
berkurang.
Indikator
alternatif dari pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pengangguran. Bisnis dapat
memantau berbagai indikator pengangguran karena bisnis dapat mengindikasikan
apakah kondisi perekonomian membaik.
Ada
empat jenis pengangguran yaitu :
1.
Pengangguran
friksional disebut
juga pengangguran alamiah. Mencerminkan orang-orang yang sedang berganti
pekerjaan. Yaitu orang-orang yang status penganggurannya bersifat temporer,
karena kemungkinan besar dalam waktu singkat mereka akan memperoleh pekerjaan.
Misalnya, seseorang dengan keahlian kerja yang banyak dicari dapat berhenti
dari pekerjaannya sebelum menemukan pekerjaan baru dalam waktu singkat.
2.
Pengangguran
musiman mencerminkan
orang-orang yang tidak dibuutuhkan selama musim tertentu. Misalnya saja
instruktur ski mungkin saja menganggur selama musim panas.
3.
Pengangguran
siklus mencerminkan
orang-orang yang menganggur karena kondisi perekonomian yang buruk. Ketika
tingkat aktivitas ekonomi menurun, permintaan akan barang da jasa juga menurun,
sehingga menurunkan kebutuhan akan pekerja. Misalnya saja suatu perusahaaan
dapat memberhentikan para pekerja pabrik jika permintaan akan produknya
menurun.
4.
Pengangguran
struktural mencerminkan
orang-orang yang menganggur karena mereka tidak memiliki keahlian yang memadai.
Misalnya saja, orang-orang dengan tingkat pendidikan yang terbatas dapat
menjadi pengangguran struktural.
2. Dampak dari Inflasi
Inflasi adalah kenaikan dalam tingkat harga
barang dan jasa secara umum selama periode waktu tertentu. Inflasi memengaruhi
kinerja perusahaan karena inflasi dapat memengaruhi pendapatan dan beban suatu
perusahaan. Ketika inflasi tinggi, perusahaan mengeluarkan lebih banyak biaya
untuk produksi. Jika perusahaan meneruskan kenaikan biaya ini kepada pelanggan
dengan cara menaikkan harga, maka pelanggan dapat mengurangi permintaan mereka
akan produk-produk perusahaan, dan pendapatan (serta laba) akan menurun. Jika
perusahaan tidak meneruskan kenaikan biaya tersebut, maka pendapatan perusahaan
bisa saja tidak terpengaruh. Tetapi, karena bebannya menjadi lebih tinggi maka
laba perusahaan akan menurun.
Tingkat inflasi dapat diestimasikan dengan mengukur persentase
perubahan dalam indeks harga konsumen, yang mengindikasikan harga dari sejumlah
besar produk konsumen seperti produk kebutuhan sehari hari, perumahan, bahan
bakar, layanan kesehatan, dan listrik.
Inflasi dapat mempengaruhi beban operasi suatu perusahaan untuk
menghasilkan produk dengan meningkatkan produk dengan meningkatkan harga dari
perlengkapan dan bahan baku. Upah juga dapat dipengaruhi oleh inflasi. Tingkat
inflasi yang lebih tinggi akan menyebabkan peningkatan yang lebih besar lagi
dalam beban operasi suatu perusahaan. Pendapatan suatu perusahaan juga tinggi
selama periode inflasi tinggi karena banyak perusahaan mengenakan harga yang
lebih tinggi guna mengompensasikan beban yang lebih tinggi.
·
Jenis
inflasi yang didorong oleh biaya
Inflasi dapat diakibatkan dari kejadian tertentu yang menaikan biaya
produksi. Ketika harga alumunium menigkat,misalnya perusahaan seperti PepsiCo
dan COCA-COLA mengeluarkan biaya yang lebih besar dan mungkin menaikan harga
dari minuman ringan yang dihasilkan. Jika biaya baja meningkat, perusahaan
seperti General Motors dan Ford Motor Company yang menggunakan baja untuk
menghasilkan mobil dapat menaikan harga dari mobil yang dihasilkannya. Ketika
perusahaan mengenakan harga yang lebih tinggi karena kenaikan biaya, terjadi
inflasi yang didorong oleh biaya. Untuk mengilustrasikan dampak potensial dari
inflasi yang didorong oleh biaya ini, pertimbangkan bagaimana semua produsen
harus mengantarkan produk mereka ke took-toko di seluruh negeri. Biaya
transportasi mencakup biaya bahan bakar. Ketika harga minyak naik, biaya
produksi bahan bakar juga naik. Pemasok bahan bakar cenderung untuk meneruskan
biaya yang tinggi tersebut dengan menaikkan harga bahan bakar. Konsekuensinya,
produsen produk mengeluarkan biaya yang lebih tinggi untuk mengantarkan
produknya. Jika produsen tidak menaikkan harga produknya untuk mencerminkan
biaya
3.
Dampak
dari Tingkat Bunga
Tingkat
bunga memengaruhi kinerja suatu perusahaan karena tingkat bunga dapat
memengaruhi pendapatan atau beban suatu perusahaan. Ketika tingkat bunga naik,
biaya pinjaman perusahaan meningkat. Oleh karena itu, beban perusahaan
meningkat, dan labanya bisa turun. Selain itu, tingkat bunga yang tinggi dapat
mencegah pelanggan untuk membeli produk tertentu (seperti mobil atau rumah baru)
yang biasanya mereka beli dengan kredit, karena pembayaran cicilan pinjamannya
akan terlalu tinggi. Perusahaan yang menawarkan produk-produk ini mengalami
penurunan dalam permintaan dan oleh karena itu pendapatan juga akan mengalami
penurunan ketika tingkat bunga tinggi.
Perubahan
dalam tingkat suku bunga di pasar dapat mempengaruhi pengeluaran biaya bunga
perusahaan karena bunga pinjaman yang diminta oleh bank komersial atau oleh
kreditor lain untuk perusahaan adalah berdasarkan tingkat suku bunga di pasar.
Karena
tingkat suku mempengaruhi biaya pendapatan beberapa proyek yang dipandang layak
dalam periode suku bunga rendah, mungkin akan tidak layak dalam periode suku
bunga tinggi. Maksudnya, proyek mungkin tidak akan cukup mengembalikan biaya
pendanaanya. Sebagai konsekuensi perusahaan cenderung mengurangi tingkat
ekspansi apabila suku bunga tinggi.
·
Dampak
Tingkat Suku Bunga Pada Nilai Perusahaan
Pada
tingkat suku bunga rendah konsumen membeli produk dengan menggunakan dana
pinjaman dengan biaya bunga rendah, sehingga permintaan untuk produk tersebut
sangat kuat yang menimbulkan kinerja dan nilai perusahaan meningkat
secara subtansial (diukur dengan harga saham)
4.
Menentukan
Harga Pasar
Harga
pasar ditentukan oleh kondisi permintaan dan penawaran. Permintaan akan suatu
produk dipengaruhi oleh penghasilan dan preferensi pelanggan. Penghasilan
pelanggan yang lebih tinggi pada umumnya mengakibatkan permintaan yang lebih
tinggi akan produk-produk perusahaan. Perusahaan akan memasok produk ke pasar
hanya jika harga pasar cukup tinggi sehingga lebih dari sekedar menutup beban.
Interaksi antara permintaan dan penawaran menentukan harga, :
·
Skedul
permintaan untuk suatu produk
Suatu
skedul yang mengindikasikan kuantitas dari produk yang akan diminta pada setiap
harga yang mungkin.
·
Skedul
penawaran untuk suatu produk
Skedul
yang mengindikasikan kuantitas suatu produk yang ditawarkan oleh perusahaan
pada setiap harga yang mungkin.
·
Hubungan
antara permintaan dengan penawaran
Hubungan
antara skedul permintaan dengan skedul penawaran menetukan harga. Misalkan
harga yang relatif tinggi (seperti 3.000) kuantitas yang ditawarkan melampaui
kuantitas yang diminta oleh pelanggan, sehingga menimbulkan surplus. surplus adalah situasi di mana kuantitas yang
ditawarkan oleh perusahaan melampaui kuantitas yang diminta oleh pelanggan.Kelangkaan situasi
adalah di mana kuantitas yang ditawarkan oleh perusahaan lebih sedikit
dibandingkan dengan kuantitas yang diminta oleh pelanggan.Harga keseimbangan adalah
harga di mana kuantitas produk yang ditawarkan oleh perusahaan setara dengan
kuantitas produk yang diminta oleh pelanggan.
·
Faktor-faktor yang Memengaruhi Harga
Pasar
1. Penghasilan Pelanggan, ketika
kondisi perekonomian kuat, tingkat penghasilan tinggi, maka permintaan
pelanggan akan rumah baru meningkat
2.
Preferensi
Pelanggan, ketika selera (preferensi) pelanggan untuk produk tertentu berubah,
maka kuantitas permintaan akan produk oleh pelanggan akan berubah
3.
Beban
Produksi, ketika perusahaan mengeluarkan beban yang lebih rendah, maka perusahaan
mau memproduksi lebih banyaj pada harga berapa pun.
5. Pengaruh Pemerintah Terhadap Kondisi
Ekonomi
Pemerintah
federal memengaruhi kondisi ekonomi makro dengan memberlakukan kebijakan
moneter atau fisikal. Kebijakan moneter perusahaan memengaruhi jumlah dana yang
tersedia di bank-bank komersial dan lembaga keungan lainnya, dan oleh karena
itu juga memengaruhi tingkat bunga. Kebijakan fisikalnya memengaruhi pajak yang
dikenakan pada pelanggan, sehingga dapat memengaruhi jumlah pengeluaran
pelanggan dan oleh karena itu memengaruhi kinerja perusahaan. Ketika fisikal
juga digunakan untuk mengenakan pajak atas laba perusahaan.
Penawaran
uang tabungan (rekening giro) mata
uang yang beredar di masyarakat, dan traveler's checks.
Kebijakan
fisikal yaitu
keputusan mengenai bagaimana pemerintah federal sebaiknya menetapkan tarif
pajal dan membelanjakan uang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar