Sabtu, 22 Oktober 2016

Accounting in Action


PENGANTAR AKUNTANSI



DEFINISI AKUNTANSI

Definisi dari sudut pemakai :

Akuntansi adalah suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi.

Definisi dari sudut proses kegiatan

Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi.

Pemakai Laporan Keuangan

Ø  Manajer

Ø  Investor

Ø  Kreditur

Ø  Instansi Pemerintah

Ø  Organisasi Nirlaba

Ø  Pemakai Lainnya


Bidang-bidang Akuntansi :

Akuntansi Publik :

-      Auditing

-      Akuntansi Perpajakan

-      Konsultasi Manajemen


Akuntansi Intern :

-      Akuntansi Biaya

-      Penganggaran

-      Perancangan system informasi

-      Pemeriksaan Intern


Prinsip-prinsip Akuntansi :

-      Konsep entitas

-      Prinsip Obyektif

-      Prinsip Cost


JENIS – JENIS LAPORAN KEUANGAN

I. LAPORAN LABA RUGI

Laporan ini memberikan informasi tentang hasil – hasil operasi perusahaan selama periode tertentu. Komponen yang ada di dalam laporan laba rugi antara lain :

PENJUALAN

Penjualan adalah pendapatan yang diperoleh dari penyerahan barang atau jasa kepada langganan dalam periode tertentu
HARGA POKOK PENJUALAN

Harga Pokok Penjualan adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh atau mendapatkan barang yang dijual. Apabila barang yang dijual dibuat sendiri oleh perusahaan (manufaktur) sebelum harga pokok penjualan ditetapkan maka dihitung lebih dahulu besarnya harga pokok produksi yaitu seluruh biaya – biaya yang dikeluarkan untuk membuat atau memproduksi barang yang akan dijual tersebut baik biaya bahan yang dipakai, tenaga kerja maupun biaya overhead pabrik.
BIAYA OPERASI

Biaya operasi adalah biaya – biaya yang dikeluarkan dalam rangka untuk mmbiayai aktivitas operasi perusahaan baik administrasi maupun penjualan. Biaya ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :

1.    Biaya Penjualan adalah biaya yang dikeluarkan dan terkait dengan kegiatan penjualan.

2.    Biaya Administrasi Umum adalah biaya yang dikeluarkan dan terkait dengan kegiatan di bagian kantor (administrasi umum)

PENDAPATAN DAN BIAYA DI LUAR USAHA / OPERASI

Pendapatan dan Biaya Di Luar Usaha adalah semua pendapatan yang diperoleh atau

beban yang timbul dari kativitas – aktivitas di luar usaha utama perusahaan


POS – POS LUAR BIASA

Pos – pos luar biasa adalah laba atau rugi yang timbul di luar usaha utama yang bersifat insidentil. Ciri-ciri laba atau rugi luar biasa adalah : bersifat tidak normal, tidak sering tertinggi.

PAJAK PENGHASILAN

Pajak penghasilan yang dihitung dari laba bersih sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

II. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Laporan perubahan modal adalah laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas selama periode tertentu.

Contoh :

PT. KUSUMA

Laporan Laba Ditahan

31 Desember 2000


Saldo laba ditahan, 1 Januari 2000
xxxxxxxx
Laba bersih tahun 2000
xxxxxxxx
Pembayaran Deviden
(xxxxxxxx)
Saldo laba ditahan, 31 Desember 2000
xxxxxxxx


III. NERACA

Neraca adalah laporan yang memberikan informasi tentang posisi atau keadaan keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu. Komponen – komponen yang ada di dalam neraca antara lain :

AKTIVA

1. Aktiva Lancar

Aktiva Lancar adalah uang kas dan aktiva lain yang dharapkan akan berubah menjadi uang kas atau dapat dijual/dipakai selama siklus operasi normal perusahaan. Rekening yang ada pada aktiva lancer : Kas dan Setara Kas, Piutang, Sediaan, Biaya Dibayar Dimuka, Investasi Jangka Pendek, Perlengkapan


2. Investasi Jangka Panjang

Investasi Jangka Panjang adalah penanaman modal jangka panjang di luar usaha pokok dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan yang teratur, menjaga hubungan baik dengan perusahaan lain. Contoh : Saham, obligasi, pembelian tanah atau bangunan untuk dipakai di masa dating, tanaman – tanaman keras seperti kopi, karet dan lain yang belum menghasilkan.

3. Aktiva Tetap atau Aktiva Tidak Lancar

Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang dimilki oleh perusahaan dengan tujuan untuk dipakai dalam operasi perusahaan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Rekening yang ada dalam aktiva tetap : Tanah, Bangunan, Mesin, Kendaraan, Peralatan.

4. Aktiva Tetap Tidak Berwujud

Aktiva tetap tidak berwujud adalah hak-hak jangka panjang yang bersifat non fisik atau immaterial yang dimiliki oleh perusahaan untuk dipergunakan dalam operasi. Contoh : Hak Paten, hak cipta, merk dagang, franchise, goodwill, dll.

5. Aktiva Lain – lain

Yang termasuk dalam kelompok ini adalah : aktiva tetap yang tidak digunakan, bangunan dalam penyelesaian, piutang kepada pemegang saham, beban yang ditangguhkan seperti biaya pra operasi.

KEWAJIBAN

1. Kewajiban Lancar (Kewajiban Jangka Pendek)

Kewajiban Lancar adalah kewajiban jangka pendek yang pelunasannya tidak lebih atau sama dengan 1 tahun. Contoh : Utang dagang, utang pajak, utang gaji, utang bunga, utang jangka panjang yang akan segera jatuh tempo, utang lain, pendapatan diterima dimuka.

2. Kewajiban Tidak Lancar (Kewajiban Jangka Panjang)

Kewajiban Tidak Lancar adalah kewajiban jangka panjang yang pelunasannya lebih dari 1 tahun. Contoh : Utang Bank, Utang Obligasi, dll.

EKUITAS

1.    Untuk perusahaan berbentuk perseorangan atau persekutuan, modal dilaporkan dalam satu perkiraan yaitu modal pemilik.


2.    Untuk perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas modal pemilik dilaporkan ke dalam Modal Disetor, Agio Saham dan Laba Ditahan.

SIKLUS AKUNTANSI

1.    Pencatatan

2.    Penggolongan

3.    Peringkasan

4.    Pelaporan

5.    Penganalisisan


Persamaan Dasar Akuntansi
Aktiva = Kewajiban + Modal



Aktiva adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan, seperti kas, piutang usaha, piutang wesel, perlengkapan, biaya dibayar dimuka, tanah, gedung, mesin, kendaraan dan peralatan.

Kewajiban adalah kewajiban atau utang perusahaan kepada pihak lain yang harus segera dibayar. Seperti Utang Usaha, Utang Wesel, Pendapatan Diterima Dimuka, Utang Bank Jangka Panjang dan lain-lain.

Modal adalah hak para pemilik perusahaan. Seperti Modal perorangan, modal saham dan laba ditahan.

Contoh soal :

1.    Pak Andi memasukkan kas sebagai modal awal usahanya sebesar Rp. 20.000.000,-

2.    Membeli peralatan kantor secara kredit sebesar Rp. 5.000.000,-

3.    Membayar biaya listrik sebesar Rp. 1.000.000,-

4.    Menerima pendapatan jasa sebesar Rp. 2.000.000,-


Jawab :








Aktiva
=
Kewajiban
+
Modal

Kas
+
Peralatan
=
Utang Usaha
+
Modal, Andi
1. +20.000.000


=


+ 20.000.000
2.


+ 5.000.000
=
+ 5.000.000


3.
– 1.000.000


=


- 1.000.000
4.
+ 2.000.000


=


+ 2.000.000


Sifat – sifat Rekening

Jenis Rekening
Bertambah
Berkurang
Saldo Normal




Aktiva
Debit
Kredit
Debit




Kewajiban
Kredit
Debit
Kredit




Modal
Kredit
Debit
Kredit




Prive
Debit
Kredit
Debit




Pendapatan
Kredit
Debit
Kredit




Biaya
Debit
Kredit
Debit





JURNAL

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.

Contoh bentuk jurnal :

Tanggal
Nama
Nomor
Debet
Kredit

Rekening
Rekening
( Rp )
( Rp )

Dan keterangan















POSTING

Proses memindahkan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal ke buku besar.

Contoh Buku Besar :Bentuk T

Tanggal
Keterangan
Jumlah
Tanggal
Keterangan
Jumlah













Contoh Buku Besar : Bentuk Saldo Berjalan

Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Saldo













NERACA SALDO

Suatu daftar saldo rekening yang terdapat di buku besar.


PT. X

Neraca Saldo

Per 31 Desember XXXX


Keterangan
Debet
Kredit







PROSES PENYESUAIAN

Tujuan proses penyesuaian adalah :

1.    Agar setiap rekening riil, khususnya rekening-rekening aktiva dan rekening-rekening utang, menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode
2.    Agar setiap rekening nominal (rekening-rekening pendapatan dan biaya) menunjukkan pendapatan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu periode.


Saldo-saldo di dalam neraca saldo yang biasanya memerlukan penyesuaian adalah :

1.  Piutang pendapatan : yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat.

Contoh : Piutang Bunga                       xxx

Pendapatan bunga                     xxx


2. Utang Biaya : yaitu biaya-biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi

belum dicatat.

Contoh : Biaya Gaji                              xxx

Utang Gaji                                  xxx


3.   Pendapatan Diterima Dimuka : yaitu pendapatan yang sudah diterima, tetapi sebenarnya merupakan pendapatn untuk periode yang akan dating.

Contoh : Pendapatan Diterima Dimuka   xxx

Pendapatan                                          xxx


4.  Biaya Dibayar Dimuka : yaitu biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi sebenarnya harus dibebankan pada periode yang akan datang.

Contoh : Biaya Sewa                              xxx

Sewa dibayar dimuka                   xxx


5. Kerugian Piutang : yaitu taksiran kerugian yang timbul karena adanya piutang yang

tidak bias ditagih.

Contoh : Kerugian Piutang                               xxx

Cadangan Kerugian Piutang                     xxx


6.
Depresiasi (Penyusutan) : yaitu penyusutan aktiva tetap yang harus dibebankan

pada suatu periode akuntansi.


Contoh : Depresiasi Kendaraan
xxx

Akumulasi depresiasi kendaraan
xxx
7.
Biaya pemakaian perlengkapan : yaitu bagian dari harga beli perlengkapan yang

telah dikonsumsi selama periode akuntansi


Contoh : Biaya pemakaian perlengkapan
xxx

Perlengkapan
xxx


NERACA LAJUR

Neraca lajur adalah suatu kertas berkolom-kolom (berlajur-lajur) yang dirancang untuk menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan dengan cara yang sistematis.

Proses Penyusunan Neraca Lajur :

1.    Masukkan saldo-saldo rekening buku besar ke dalam kolom neraca saldo pada formulir neraca lajur.

2.    Masukkan ayat-ayat jurnal penyesuaian ke dalam kolom penyesuaian

3.    Mengisi kolom neraca saldo setelah disesuaikan.

4.    Memindahkan jumlah-jumlah di kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom laba rugi atau neraca.

5.    Menjumlahkan kolom laba rugi dan neraca, memasukkan angka laba bersih atau rugi bersih sebagai angka pengimbang ke dalam kedua pasang kolom diatas.

JURNAL PENUTUP

Jurnal yang dibuat untuk memindahkan saldo-saldo rekening sementara (rekening-rekening nominal dan rekening prive).

Tujuan pembuatan jurnal penutup adalah :

1.    Untuk menutup saldo yang terdapat dalam semua rekening sementara sehingga menjadi nol.

2.    Agar saldo rekening modal menunjukkan jumlah yang sesuai dengan keadaan pada akhir periode.

Penutupan pembukuan biasanya dilakukan dengan urutan sebagai berikut :

1.    Menutup semua rekening pendapatan dengan memindahkan saldo setiap rekening pendapatan ke rekening Laba Rugi.

2.    Menutup semua rekening biaya dengan memindahkan saldo setiap rekening biaya ke rekening Laba Rugi.

3.    Menutup Rekening Laba Rugi dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening Modal. Untuk perseroan terbatas, rekening laba rugi dipindahkan ke rekening Laba Ditahan.


4.    Menutup rekening Prive atau deviden dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening Modal atau Laba Ditahan.


Berikut adalah link untuk mengunduh materi
Materi Chapter 1 Kieso versi PPT Klik disini 
Materi Chapter 2 Kieso versi PDF Klik disini
Materi Chapter 3 Kieso versi PPT Klik disini
Materi Chapter 4 Kieso versi PDF Klik disini
Materi Chapter 5 Kieso versi PPT Klik disini
Materi Chapter 6 Kieso versi PPT Klik disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pink Strawberry