-Bab 9-
Meningkatkan Produktivitas dan Mutu
1.
Sumber
Daya yang Digunakan Dalam Proses Produksi
Mengidentifikasikan
sumber daya utama yang digunakan untuk produksi. Ketika sebuah perusahaan
membutuhkan proses produksi yang disebut pula proses konveksi atau serangkaian
pekerjaan di mana sumber daya digunakan untuk memproduksi suatu barang atau
jasa.
Sumber Daya Manusia
Perusahaan
harus mengidentifikasi jenis karyawan yang dibutuhkan untuk produksi tenaga
kerja ahli dibutuhkan untuk beberapa bentuk produksi, namun untuk produksi yang
lain, dapat digunakan tenaga kerja tidak ahli.
Bahan Baku
bahan
baku yang digunakan dalam proses produksi normalnya diubah untuk sumber daya
manusia perusaan menjadi suatu produk akhir.
Sumber Daya Lain
Perusahaan
manufaktu menggunakan pabrik dan kantor. Perusahaan jasa menggunakan kantor.
Lokasi tersebut dapat dimiliki atau disewa. Karna membeli sebuah bangunan dapat
mengeluarkan biaya mahal.
Mengkombinasikan Berbagai Sumberdaya
Untuk Produksi
Mereka
menggabungkan sumber daya dengan menggunakan stasiun-stasiun kerja dan lini
perakitan. Stasiun kerja adalah area dimana suatu atau beberapa orang karyawan
diberi pekerjaan tertentu, sedangkan lini perakitan adalah rangkaian stasiun
kerja dimana setiap stasiun kerja dirancang untukmengerjakan tahap-tahap
tertentu dari proses produksi.
2.
Memilih
lokasi
Mengidentifikasi
faktor-faktor yang memengaruhi keputusan penentuan lokasi pabrik. Salah satu
keputusan yang sangat penting dalam manajemen produksi adalah pemilihan
produksi adalah pemilihan produksi untuk pabrik atau kantor.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan
Lokasi
Biaya ruang kerja
ialah biaya membeli atau menyewa ruang kerja dapat sangat bervariasi disetiap
lokasi.
Biaya tenaga kerja
ialah biaya perekrutan karyawan sangat bervariasi diberbagai lokasi.
Insentif pajak ialah
beberapa pemerintah daerah mungkin bersedia memberikan kredit pajak untuk
menarik perusahaan ke daerah mereka.
Akses transportasi ialah
ketika perusahaan menjual produk-produk secara nasional, mereka dapat memilih
lokasi yang dekat dengan sumber utama transportasi.
Pasokan tenaga kerja ialah
perusahaan yang berencana untuk mempekerjakan tenaga-tenaga kerja khusus harus
mampu menarik tenaga kerja yang dibutuhkannya.
Mengevaluasi kemungkinan-kemungkinan
Lokasi
Perusahaan
harus mempertimbangkan setiap faktor yang dapat memngaruhi daya tarik dari
sebuah lokasi/lokasi yang strategis, karna pemilihan lokasi dalam suatu kota
juga merupakan hal yang sangat penting.
Ketika
perusahaan sudah mengidentifikasi seluruh faktor yang sebaiknya
dipertimbangkan, perusahaan akan dapat memberikan bobot pada masing-masing
faktor yang menunjukan arti penting faktor tersebut.
3.
Memilih
Desain dan Tata Ruang
Menguraikan
bagaimana berbagai faktor akan memengaruhi keputusan desain dan tata ruang. Desain merupakan ukuran dan struktur
dari sebuah pabrik atau kantor sedangkan tata
ruang ialah pengaturan mesin atau peralatan dalam sebuah pabrik atau
kantor.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Desain
dan Tata Ruang
Karakteristik Lokasi ialah
keputusan desain dan tata ruang tergantung pada beberapa karakteristik dari
lokasi yang dipilih.
Proses produksi. jika
perusahaan menggunakan operasi lini perakitan, seluruh pekerjaan yang terdapat
dalam operasi seharusnya ditempatkan dalam area umum yang sama. Tata ruang produksi
adalah tata ruang dimana pekerjaan-perjaan diposisikan sesuai dengan urutan
yang telah diberikan.
Lini Produk ialah
sebagian besar perusahaan memproduksi lebih dari satu produk atau jasa di
lokasinya. Perusahaan-perusahaan dengan lini produk yang sempit akan memusatkan
perhatian pada produksi atau sedikit produk saja, yang memungkinkan perusahaan
melakukan spesialisasi.
Kapasitas produksi yang di inginkan. Ketikan
merencanakan baik itu desain maupun tata ruang, kapasitas produksi yang
diinginkan oleh perusahaan harus ikut dipertimbangkan. Botteling atau kantor
just-in-time menyediakan kantor dengan sebuat meja, komputer, dan telepon bagi
setiap karyawan yang biasanya bekerja dirumah namun perlu menggunakan tempat
kerja di perusahaan.
4. Pengendalian Produksi
Menguraikan
beberapa pekerjaan penting yang terkait dengan pengendalian produksi seperti :
·
Pembelian bahan baku
·
Pengendalian persediaan
·
Pengaturan rute
·
Penjadwalan
·
Pengendalian mutu
Pengendalian Bahan Baku. para
manajer akan melakukan pekerjaan-pekerjaan berikut ini ketika membeli
persediaan. Merka harus memilih pemasok, mereka mencoba untuk mendapatkan
potongan harga, mereka akan memutuskan apakah sebagian pekerjaan produksi dapat
didelegasikan kepada pemasok.
Memilih Pemasok Bahan Baku. perusahaan
akan mempertimbangkan berbagai karakteristik seperti harga, kecepatan, mutu,
pelayanaan, dan ketersediaan kredit.
Mendapatkan Potongan Harga. Perusahaan
yang membeli bahan baku dalam jumlah besar kepada pemasoknya mungkin dapat
memperoleh harga diskon atas bahan baku tersebut serta tetap mempertahankan
mutu.
Mendelegasikan Produksi Kepada Pemasok. Perusahaan-perusahaan
manufaktur pada umumnya menggunakan outsourcing yaitu membeli bagian-bagian
produk dari pemasok dan bukannya memproduksi bagian-bagian tersebut sendiri.
Meskipun outsourcing menguntungkan, ia akan menempatkan tanggung jawab yang
besar pada perusahaan-perusahaan manufaktur lain. Deintegrasi merupakan
strategi mendelegasikan sebagian pekerjaan produksi kepada para pemasok.
Pengendalian Persidiaan adalah
proses mengelola persidian pada tingkat yang akan meminimalkan biaya.
Pengendalian Persediaan Bahan Bakuketikan perusahaan menanggung persidiaan
bahan baku berlebihan. Hal ini akan menyebabkan naiknya biaya untuk
mengalokasikan biaya penyimpanan, biaya yang dikeluarkan untuk memelihara
persediaan. Biaya pemesanan adalah biaya-biaya yang terkait dengan pemesanan
persediaan bahan baku.
Pengaturan Rute adalah
urutan-urutan pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produksi suatu
produk. Bahan baku biasanya di kirimkan ke beberapa stasiun kerja sehingga
mereka padat digunakan sesuai dengan spesifikasinya dalam proses produksi.
Penjadwalan adalah
tindakan penentuan periode waktu untuk masing-masing pekerjaan dalam proses
produksi. sedangkan jadwal produksi adalah rencana untuk waktu dan volume
pekerjaan-pekerjaan produksi. dampak teknologi terhadap penjadwalan produksi
ada banyaknya perusahaan menggunakan teknologi untuk meningkatkan penjadwalan
produksinya.
Penjadwalan proyek-proyek khusus. Penjadwalan
memiliki arti penting terutama pada proyek-proyek khusus jangka panjang yang
harus diselesaikan dalam tenggang waktu tertentu. Teknik evaluasi dan
peninjauan program adalah metode penjadwalan pekerjaan untuk meminimalkan
penjadwalan terjadinya penundaan-penundaan dalam proses produksi.
Pengendalian Mutu. Mutu
itu sendiri adalah tingkat sampai sejauh mana produk atau jasa yang diberikan
perusahaan mampu memenuhi keinginan atau harapan pelanggan. Pengendalian mutu
adalah proses untuk memastikan apakah mutu dari suatu produk telah memenuhi
tingkat mutu yang diinginkan.
Pengendalian oleh karyawan. perusahaan
juga memanfaatkan karyawannya untuk menilai mutu. Lingkaran pengendalian mutu
adalah sekelompok karyawan yang akan menilai mutu suatu produk dan menawarkan
saran-saran untuk meningkatkannya. Dengan pengambilan contoh secara acak
memilih sebagian produk yang di produksi dan melakukan pengujian untuk
memastikan apakah produk telah memenuhi standar mutu atau belum.
Memperbaiki Kekurangan. Tujuannya
adalah tidak hanya untuk mendeteksi kekurangan mutu namun juga untuk
memperbaikinya.
5.
Metode-metode
Untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi
Efisiensi
produksi merupakan kemampuan untuk memproduksi produk dengan biaya yang rendah
sehingga para manajer terus mencari jalan untuk mengelola manusia dan berbagai
sumber daya lainnya dengan cara yang dapat meningkatkan efisiensi produksi.
tolak ukurnya metode pengevaluasian kinerja dengan melakukan perbandingan
terhadap beberapa tingkat tertentu, biasanya sutu tingkat yang telah dicapai
oleh perusahaan lain. Target regang merupakan efisiensi produksi yang tidak
dapat dicapai dengan kondisi yang ada sekarang. Perusahaan dapat meningkatkan
produksi dengan metode-metode berikut :
·
Teknologi
·
Skala ekonomis
·
Restrukturisasi
Teknologi
merupakan tenologi otomatis menjadikan pejerjaan-pekerjaan yang diselesaikan
oleh mesin tanpa menggunkan tenaga manusia.
Skala
ekonomis perusahaan juga mengurangi biaya dengan mencapai skala ekonomis dengan
mencapai skala ekonomis seiring dengan naiknya jumlah yang diproduksi, biaya
perunit juga akan mengalami penurunan.
Restrukturisasi
merupakan perubahan dari proses produksi sebagai salah satu usaha untuk
menigkatkan efisiensi. Banyak perusahaan juga biasanya menggunakan rekayasa
ulang ialah perencanaan ulang struktur organisasi dan operasi sebuah
perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar